Tuesday, November 14, 2017

24 Jam Menyusuri Pacitan

Hola lur !
Diluar lagi hujan deras, jaga kesehatan mu. Jika kamu suka jalan kaki jangan lupa bawa payung, jika kamu suka bawa motor jangan lupa bawa mantel. Atau pilihlah dirumah saja agar tidak kehujanan .

Cerita malam kali ini ditemani oleh lagu lawas Ten 2 five 

25 Oktober 2014 - Kontrakan Lombok

Walaupun saya punya kos2an, saya jarang menghabiskan waktu saya di kos. Karena minimnya jam kos (Tutup Jam 9 malam, bukak jam 6 pagi). Jadi saya sering menjadi nomaden ppl. Kadang tidur di klitren, kadang di jakal, tapi sering nya di kontrakan lombok (kontrakannya si melin & melitha) atau sering disebut kontrakan chibby hehe. Dimana kontrakan lombok ? Masuk jalan bali, dan lurus terus.. pokoknya daerah wahid hasyim. Pokoknya kalau saya main diatas jam 7 malam, sudah bisa dipastikan saya nginep ditempat teman hehehe. Kadang saya sampai gaenak, berapa banyak pulsa yang mas arip (penjaga kos) habiskan hanya untuk sekedar menanyakan "pulang gak mbak, ini mau arip kunci" Hahahaha. 

Sabtu malam itu,  karena boring banget, saya memilih main ke kontrakan lombok. Nah sesampainya di kontrakan Lombok, tidak lama kemudian datanglah teman kami si monyong bersama saudaranya membawa mobil (baru pulang dari bandara). Karena teman kami si monyong bisa menyetir, akhirnya  si melin lah yang bakal nganterin temannya pulang kerumah sekalian mengembalikan mobil. 

Setelah kami berunding..daripada dibalikin mobilnya, mending kita jalan kemana yok! Menghabiskan malam minggu.  Kan sayang kalo gak dimanfaatkan, sementara batas waktu pinjam mobil masih buanyak. Lalu, kita bergegas mengajak si nita dan si robek, namun sayangnya si nita besok minggu tugas digereja, jadi sudah pasti si nita tidak jadi ikutan. Setelah kurang lebih 10 menit dihubungi, si robek langsung meluncur dari kontrakan si kembar ke kontrakan lombok. 

Sesampai nya robek di kontrakan lombok, kami berlima (aku, melin, melitha, monyong dan robek) langsung berunding. "Meh nang ndi iki penak e?"... 
Terus tau2 akhirnya kita melabuhkan pemikiran kita pada satu tempat "PACITAN"
Yups akhirnya kita berangkat malam itu juga ke pacitan tanpa pikir panjang.. karena ada dua orang yg bisa nyetir, kami rasa sudah cukup. hehehe

Kami berangkat malam itu pukul 9 malam kalau tak salah, robek nyetir, monyong kenek, dan kami bertiga (aku, melitha dan melinda) terima duduk manis saja hahaha. 
Sepanjang perjalanan kami menuju pacitan diiringi oleh lagu Lir - Ilir kalau tak salah..yang menambah tawa canda kami di malam itu. 

Waktu itu temen saya si melin masih gadis, masi belum berkeluarga.. waktu itu dia masih menjalin  asmara bersama sebut saja bang darwan. Entah apa permasalahan mereka berdua, sepanjang perjalanan di bukit bintang, si melin marah2 lewat telepon.. sedangkan kita berempat hanya menyimak saja sambil sedikit2 menahan tawa. Pokoknya kala itu, bang darwan meminta agar melin pulang sekarang juga, atau bang darwan yang nyusul . Akhirnya perang sengit antara melin dan mantan kekasihnya pun berakhir dengan cara melin mematikan handphone - nya. Dan kemudian melin memakan sangu yang dia bawa (pocky strawberry) untuk menghibur dirinya sendiri. 

Kami kembali lagi melanjutkan perjalanan dengan sisa2 pisuhan melin, yang lama2 memudar ditelan waktu dan diganti dengan canda tawa. 
Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Tak terasa sudah 2 jam kami berjalan.. saat ini kami sudah sampai gunung kidul, tersadar kami belum makan apa2.. Robek memperlambat kecepatannya, dan bertanya kami mau makan apa.. ada bakmi,dan ada penyetan. Terserah mau yang mana. Akhirnya kita memilih makan nasi di warung pinggir jalan.

Setelah kenyang kita kembali melanjutkan perjalanan ke pacitan. Dalam perjalanan ditemani lagu Sheila On Seven ,saya sengaja membuka jendela, karena bintang di langit bertaburan banyak sekali. Membuat saya betah berlama2 menerpa angin.  Rasanya bebas lepas dari semua penat yang ada.. Tak terasa kita sudah memasuki gapura selamat datang di negeri dongeng, negeri 1001 goa Jawa Timur.
YES PACITAN!!

26 Oktober 2014 - PACITAN

Wah ternyata kita sampai disana pagi sekali.. masi jam segini (00.30). Mau ke pantai jam segini kepagian bruh, karena kita mengajak The Master of Travelling ,kita tidak perlu bingung dimana kita akan menghabiskan malam. Kami akhirnya memilih masjid di depan Alun2 Pacitan untuk sekedar beristirahat, dan yang mau sholat monggo. Waktu si robek dan monyong memilih tidur di masjid, kami bertiga (aku, melin dan melita) memilih berjalan beberapa puluhan langkah ke alun2.. demi mendapatkan secangkir jahe panas, sego kucing, gorengan dan sate bakso pastinya. Eh tak berapa lama kemudian, mereka berdua nyusul juga. Lengkap sudah. Setelah kita kehabisan topik, read : ngantuk. Kami memilih kembali ke Masjid. Tadinya kami mau tidur di Masjid, tapi dirasa nyamuk terlalu banyak, akhirnya kami para wanita memilih untuk tidur di dalam mobil saja hihihi.

Sedang asyik2nya tidur, kedua teman kami membangunkan kami.. dengan cara mendodok mengetuk jendela mobil. Ternyata sudah jam 3 pagi! Gak kerasa, waktunya kami bergegas, yang mau pipis, pipis dulu... 

Oke akhirnya kita melanjutkan perjalanan, dengan berbekal GPS dan PLANG di pinggir jalan, kami memulai perjalanan kami menuju destinasi pertama yaitu Pantai Srau .
Sungguh ajaib, tiba2 pas kita buka mata ternyata kita sudah ada di pantai ini. Dua teman kami udah ilang aja, rupanya dan sedang berburu sunrise melalui kamera tuyul (gopro) mereka masing2. Tau sudah sampai, saya langsung membuka mata dan turun bersama melitha. Si melin sebenarnya sudah melek, tapi memilih tidur lagi mungkin saking capek hatinya hahaha. 

Turun dari mobil, rasanya damai sekali.. Disambut dengan jajaran pohon kelapa di sebelah mobil plus  mendengar suara ombak, kicauan burung, dan tiupan angin pantai yang semerbit.. sembari menunggu sang surya menampakkan dirinya. Rasanya benar2 istimewa !seperti pantai milik pribadi, hanya ada kita berlima dipantai ini. so exited banget!

Karena saya sadar, saya tidak punya kamera, saya langsung minta difotokan saja haha *MISUH*
Tadinya kami mau trekking, tapi tidak jadi. Jadi kami memilih menikmati sang surya keluar atau bahasa kerennya sunrise.
Akhirnya kami memilih mengabadikan moment dengan lari2 kecil atau sekedar berselfie sendiri maupun bersama yang penting happy hehehe





un-ready pose 



Puas menikmati sunrise, kami langsung bergegas menuju destinasi berikutnya yaitu Pantai Buyutan
Seperti biasa kami hanya menggunakan GPS, Plang, tanya orang dan feeling .. 
Perjalanan dari Srau ke Buyutan tergolong lumayan lama, tapi kami sangat menikmati nya. Bagaimana tidak jika sejalan2 menuju pantai kami disuguhi pemandangan yang begitu indah. Hamparan sawah yang luas ditambah gubuk2 petani di kanan kiri jalan yang menurut saya eksotis banget!! Jadinya perjalanan ini bener2 gak kerasa lur hehehe. Pokok nya ini pantai unik banget dari jalan berangkat sampai pantainya. Dan oh ya.. jalanan ini tergolong sempit yaa kalo buat papasan mobil hehehe





un-control face!

Hiyeay.. gak kerasa jam 11an kita sudah sampai Pantai Buyutan! Pantai yang tersembunyi di areal  persawahan. Kala itu Pantai Buyutan sedang ada pembangunan gitu lur.. macam  pembuatan jalan/ tangga menuju pantai ini. Meskipun begitu, perjalanan kami tetap mengasyikkan. Tidak terganggu sama sekali karena sesampainya di bawah, kami di suguhi pemandangan pantai yang luar biasa indah, cantik, sepi dan bersih !! Langsung dah kami main2 air di pantai ini. Private beach again ! Lagi2 hanya ada kami berlima di pantai ini, entah karena instagram belum sehits sekarang ini atau bagaimana.. tapi bener2 sepi banget lur!! Fiks aku jatuh cinta sama pantai ini. Pasir nya yang lembut, membuatku tak ingin mengenakan alas kaki.. Bermain2 kesana kemari.. tiduran di pantai, main air, main pasir, rasanya seolah kembali lagi ke masa kecil. Hanya ada bahagia disana. Kami menghabiskan waktu cukup lama di pantai ini, karena memang asik banget!!. Oh iya.. meskipun pantai ini tergolong sepi, namun disini ada penjual kelapa muda juga loh lur.. ada juga kamar mandinya.. Dengan biaya 2000 per person (buang air kecil), mungkin kalo buang air besar lebih mahal lagi hehehe. 
Puas main air kami leyeh2 dan berlindung dari teriknya matahari dibawah dedaunan, sambil minum kelapa muda buat rame2 alias ngirit hihihi. Berikut keseruan kami di Pantai Buyutan lur dengan bahagia yang benar2 bahagia, bukan pura2 bahagia :p : 








asikin aja lagi! anggap saja rumah sendiri hihi



Berikut foto kami berlima, biarpun yang satunya nyusul hahaha


memang paling asyik yah kalo ke pantai yang sepi begini. 







Nah mimin kasi tips, nih buat yang liburan rame2 tapi bingung gak ada yg fotoin, caranya mudah saja, tinggal tanamkan tongsis kalian di pasir gaes hehehe. 

Taken by semut merah di gorong2

Puas tanning, berlarian kesana kemari, main air, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami ke destinasi selanjutnya yaitu Pantai Banyu Tibo. 
Baru 30 menit perjalanan, eh teman kami si monyong baru ingat, kalo celana nya ketinggalan di Pantai Buyutan ..lagi dijemur . Katanya itu celana peninggalan ayahnya, melihat situasi, kondisi dan waktu, kmai tidak mungkin kembali lagi, akhirnya si monyong pun merelakan celanya itu buat jadi penunggu di Pantai Buyutan. Cem kolor ijo hahaha. Bagaimana kami semua tidak tertawa terbahak-bahak coba!

Akhirnya kita melanjutkan ke Pantai Buyutan eh Pantai Banyu Tibo (maaf gigi mulai cenat cenut karna dingin, jd kurang fokus). Nah disini lah pertama kali mendengar lagu Banda Neira yang di populerkan oleh elfarobi sepanjang perjalanan berangkat dan jalan pulang. 
"He kui ki lagu uopo e, ono jendela, kursi, sok perkakas dapur sisan hahaha" sahutku.
Kami yang sempat mengguyoni lagu tersebut, eh jadi kemakan omongan sendiri. Hahaha. Jadi naksir . Karena memang lagu2 Banda Neira mempunyai makna tersendiri yang tersirat di dalam setiap lirik lagunya yang unik dan dikemas dalam syair yang syahdu. Semenjak itu, tiap ke pantai, naik gunung, atau travelling kemanapun, pasti sangu lagunya Banda Neira hahaha. Jangan kaget gaes kalo dijalan menuju pantai banyu tibo, kamu bakal menjumpai jalanan  batu kapur yang tidak rata hehehe. 

Next, kita kehilangan arah bruh ! Akhirnya kita tanya orang di warung, kata orang nya  nanti belok kanan, ada perempatan belok kiri, nanti nemu lapangan, nah nanti lurus saja sampai ada plang Banyu Tibo. Oke baeklah. Kita melanjutkan perjalanan berbekal info yang kami dapat di warung tadi.

Sesampainya di perempatan kami bingung banget, nyari lapangan gak nemu2. Terus tanya orang2 ..eh jebul lapangan itu ada di depan mata kami. Damn! Kami kira lapangan yang di maksud itu luas ..nyatanya cuma sak uprit (read : kecil). Siapa yang gak kezel coba!. Jadi lapangan itu letaknya disamping SD persis.. akhirnnya kita puter balek disitu dan melanjutkan perjalanan kami menuju Pantai Banyu Tibo. 

Akhirnya plang yang sedari tadi kami cari ketemu juga, terpampang nyata meskipun kecil "Banyu Tibo belok kiri" . Tiba2 kami di cegat , ternyata kalo mau masuk ke pantai ini harus satu2.. karena jalannya yang sempit hanya muat 1 mobil saja. Sehingga kalo mau kemari harus antre hehehe. 
Finally, saat nya kita memasuki jalan sempit ini... Kanan kiri masih alami... macem perkebunan dan sawah lur hehe. 

Dan sampailah kita ke pantai yang eksotis ini,Pantai Banyu Tibo. Sampai sana ternyata sudah lumayan banyak pengunjung. Namun  tak apa, tetap indah ! Jadi yang belum tau, Pantai Banyu Tibo itu unik banget, jangan harap kita bisa leyeh2 di bibir pantai .. Pantai ini menyuguhkan keindahannya dari atas bukit lur. Jadi kita bisa menikmati keindahannya dari atas sini . Pantai ini terdiri dari air terjun (air tawar) yang langsung mengalir ke bibir pantai . Sebenarnya kita bisa sih kalo mau turun, asal kamu berani aja berhadapan langsung sama ombaknya hehe. Jadi semisal kita mau turun, sudah disediakan tangga ke bawah dan guide di bawah sana, dan ada talinya juga,, jadi aman tak mungkin terbawa ombak hehe.  Namun kami (aku, melin dan melita) memilih menikmati keindahan panorama dari atas saja.. sedangkan dua teman kami monyong dan robek mandi dibawah. 
Berikut dokumentasinya lur,, dilihat dari sudut manapun Pantai Banyu Tibo tetap menawan. 




Air Terjun tawar, berpadu dengan bibir pantai



Disaat dua teman kami memilih bermain air dibawah situ, saya memilih disini ajah hhe. FYI aja, buat berdiri diatas sini harus hati2 dan lebih baik lepas sendal, karena licin hehehe.
Taken dari bawah

Puas main air dan foto2.. akhirnya kami mandi secara bergantian dengan biaya 3000 rupiah per person. Disini ada warung dan kamar mandi. Namun kita tetap harus jaga kebersihan yah guys! Sayang banget kan, alam seindah ini kalo masi ada yang buang sampah sembarangan. Akhirnya kita pulang dari sini jam 2 siang dengan membawa banyak cerita dan pengalaman seru yang tidak akan terlupa sampai tua nanti hehe. 

Sekian perjalanan kami 24 jam Menyusuri Pacitan yang selalu kurindukan

See ya guys! Jangan lupa Bahagia ! ;)

No comments :

Post a Comment