Friday, December 8, 2017

Spoil Organics "Rosehip Oil" Review

Saya baru sadar, ternyata sudah lama buanget saya tidak review tentang kosmetik / skincare... padahal di tahun ini banyak banget produk2 organik  dan beberapa kosmetik yang saya coba ! hehehe. Sekarang sekalinya mau review jadi bingung deh mau review yang mana dulu hihihi. 

Saya suka sekali segala sesuatu yang berbau organik atau paling tidak aman untuk ibu hamil. Kenapa? karena kalo aman untuk ibu hamil, sudah pasti aman buat kita hehe. 

Ini adalah kali ke tiga saya repurchase spoil organics "Rosehip oil". 

Pertama kali mendengar kata oil, sebenarnya saya sedikit ragu.. karena, saya pribadi mempunyai kulit kombinasi (kering dan T-zone berminyak). Sehingga paling gak cocok pake produk / skincare yang berbau minyak.. contoh : coconut oil, bahkan minyak zaitun. Paling kalo beli minyak zaitun tidak saya gunakan di wajah, hanya untuk bibir, alis dan bulu mata saja hihi.

Pertama kali saya mengenal spoil organics, berkat review dari seorang fotografer cotton ink yang bernama @ilanjani  *lohh. Jadi melihat instagram-nya kak Ila ini, saya melihat bahwa dia juga pecandu produk organik seperti saya hehehe. Setelah itu saya langsung cari tau tentang si spoil organics itu sendiri, terutama rosehip oil (yang katanya mampu memudarkan bekas jerawat sekaligus anti aging) . Setelah mengumpulkan semua review ,  akhirnya saya putuskan untuk membeli spoil organics "Rosehip oil"

Rosehip Oil sendiri berasal dari biji spesies mawar  (Chilean Wild Rose) ,yang didapat melalui proses pemerasan dan penggilingan dengan suhu dan temperatur rendah, serta dimurnikan. 
Kandungan dari Rosehip Oil antara lain Vitamin C, Omega - 3, Omega - 6 dan Antioksidan. 

Setelah saya menggunakan Rosehip Oil ini, fiks dia menjadi my  "Magic Essential Oil ". Pertama kali menggunakan ini, saya mencoba pada malam hari setelah cuci muka (muka dalam keadaan bersih), saya teteskan beberapa tetes Rosehip Oil ini di telapak tangan saya , lalu saya apply di wajah dengan cara dipijat dengan gerakan melingkar pada wajah. Dan kemudian tidur. 

Oiya btw, Rosehip oil ini beda dengan minyak zaitun/coconut oil . Pada saat diaplikasikan di wajah si Rosehip oil ini langsung meresap, dan muka kamu gak bakal kaya gorengan deh hehe.

And oh my God!! Paginya saya girang banget, liat muka saya di kaca, bener2 kulit saya terasa lebih moist, dan kenyal . Rasanya pengen pegang-pegang pipi terus saking lembut nya hahaha. 

Oiya saya juga suka banget, campur si spoil organics ini kedalam foundation (1 - 2 tetes).. hasil riasan benar2 terlihat lebih glowing buibu :D.

Setelah pemakaian lebih dari 3 bulan, saya merasa bekas-bekas jerawat saya  mulai memudar. Exited banget!

Berikut manfaat Spoil Organics Rosehip Oil yang lainnya : 
- Membantu proses regenerasi sel - sel kulit
- Menyembuhkan bekas luka (bukan luka terbuka), luka bakar, selulit
- Memudarkan bekas jerawat, keriput, garis-garis halus, hiper pigmentasi, kerusakan kulit akibat sinar matahari, dan tanda-tanda penuaan
- Melembabkan kulit yang kering
-Non Comedogenic







Saya sangat suka packaging dari Rosehip oil sendiri, Box nya mengusung konsep putih. Sehingga terlihat bersih, simple dan tetap elegan. Didalam nya juga terdapat secarik kertas, yang berisi komposisi manfaat dan cara penggunan. Botolnya terbuat dari bahan kaca, sehingga pasti aman untuk penyimpanan produk oil (tidak mudah rusak/ tengik). Selain itu aplikator dari Rosehip Oil ini, menurut saya sangat higienis, karena berupa pipet. Sehingga untuk pemakaian bisa dikira2 dan mengurangi resiko 'tumpeh tumpeh" hehehe.  Rose Hip oil ini di bandrol dengan harga 115rb . Isi 15 mL. Memang tergolong mungil, namun dengan khasiat yang baik untuk kulit why not?

FYI Spoil Organis ini100% local produk loh guys! dan yang lebih bikin bangga  produk - produk  dari Spoil Organics sendiri sudah mendapat sertifikat Australian Certified Organic dan USDA Organic ( US Department of Agriculture )

Repurchase? absolutely YES!!

Produk-produk spoil organics bisa di dapat di : 


Teman - teman ada yang pernah coba juga ? share dong pengalamannya hehe

Tuesday, November 14, 2017

24 Jam Menyusuri Pacitan

Hola lur !
Diluar lagi hujan deras, jaga kesehatan mu. Jika kamu suka jalan kaki jangan lupa bawa payung, jika kamu suka bawa motor jangan lupa bawa mantel. Atau pilihlah dirumah saja agar tidak kehujanan .

Cerita malam kali ini ditemani oleh lagu lawas Ten 2 five 

25 Oktober 2014 - Kontrakan Lombok

Walaupun saya punya kos2an, saya jarang menghabiskan waktu saya di kos. Karena minimnya jam kos (Tutup Jam 9 malam, bukak jam 6 pagi). Jadi saya sering menjadi nomaden ppl. Kadang tidur di klitren, kadang di jakal, tapi sering nya di kontrakan lombok (kontrakannya si melin & melitha) atau sering disebut kontrakan chibby hehe. Dimana kontrakan lombok ? Masuk jalan bali, dan lurus terus.. pokoknya daerah wahid hasyim. Pokoknya kalau saya main diatas jam 7 malam, sudah bisa dipastikan saya nginep ditempat teman hehehe. Kadang saya sampai gaenak, berapa banyak pulsa yang mas arip (penjaga kos) habiskan hanya untuk sekedar menanyakan "pulang gak mbak, ini mau arip kunci" Hahahaha. 

Sabtu malam itu,  karena boring banget, saya memilih main ke kontrakan lombok. Nah sesampainya di kontrakan Lombok, tidak lama kemudian datanglah teman kami si monyong bersama saudaranya membawa mobil (baru pulang dari bandara). Karena teman kami si monyong bisa menyetir, akhirnya  si melin lah yang bakal nganterin temannya pulang kerumah sekalian mengembalikan mobil. 

Setelah kami berunding..daripada dibalikin mobilnya, mending kita jalan kemana yok! Menghabiskan malam minggu.  Kan sayang kalo gak dimanfaatkan, sementara batas waktu pinjam mobil masih buanyak. Lalu, kita bergegas mengajak si nita dan si robek, namun sayangnya si nita besok minggu tugas digereja, jadi sudah pasti si nita tidak jadi ikutan. Setelah kurang lebih 10 menit dihubungi, si robek langsung meluncur dari kontrakan si kembar ke kontrakan lombok. 

Sesampai nya robek di kontrakan lombok, kami berlima (aku, melin, melitha, monyong dan robek) langsung berunding. "Meh nang ndi iki penak e?"... 
Terus tau2 akhirnya kita melabuhkan pemikiran kita pada satu tempat "PACITAN"
Yups akhirnya kita berangkat malam itu juga ke pacitan tanpa pikir panjang.. karena ada dua orang yg bisa nyetir, kami rasa sudah cukup. hehehe

Kami berangkat malam itu pukul 9 malam kalau tak salah, robek nyetir, monyong kenek, dan kami bertiga (aku, melitha dan melinda) terima duduk manis saja hahaha. 
Sepanjang perjalanan kami menuju pacitan diiringi oleh lagu Lir - Ilir kalau tak salah..yang menambah tawa canda kami di malam itu. 

Waktu itu temen saya si melin masih gadis, masi belum berkeluarga.. waktu itu dia masih menjalin  asmara bersama sebut saja bang darwan. Entah apa permasalahan mereka berdua, sepanjang perjalanan di bukit bintang, si melin marah2 lewat telepon.. sedangkan kita berempat hanya menyimak saja sambil sedikit2 menahan tawa. Pokoknya kala itu, bang darwan meminta agar melin pulang sekarang juga, atau bang darwan yang nyusul . Akhirnya perang sengit antara melin dan mantan kekasihnya pun berakhir dengan cara melin mematikan handphone - nya. Dan kemudian melin memakan sangu yang dia bawa (pocky strawberry) untuk menghibur dirinya sendiri. 

Kami kembali lagi melanjutkan perjalanan dengan sisa2 pisuhan melin, yang lama2 memudar ditelan waktu dan diganti dengan canda tawa. 
Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Tak terasa sudah 2 jam kami berjalan.. saat ini kami sudah sampai gunung kidul, tersadar kami belum makan apa2.. Robek memperlambat kecepatannya, dan bertanya kami mau makan apa.. ada bakmi,dan ada penyetan. Terserah mau yang mana. Akhirnya kita memilih makan nasi di warung pinggir jalan.

Setelah kenyang kita kembali melanjutkan perjalanan ke pacitan. Dalam perjalanan ditemani lagu Sheila On Seven ,saya sengaja membuka jendela, karena bintang di langit bertaburan banyak sekali. Membuat saya betah berlama2 menerpa angin.  Rasanya bebas lepas dari semua penat yang ada.. Tak terasa kita sudah memasuki gapura selamat datang di negeri dongeng, negeri 1001 goa Jawa Timur.
YES PACITAN!!

26 Oktober 2014 - PACITAN

Wah ternyata kita sampai disana pagi sekali.. masi jam segini (00.30). Mau ke pantai jam segini kepagian bruh, karena kita mengajak The Master of Travelling ,kita tidak perlu bingung dimana kita akan menghabiskan malam. Kami akhirnya memilih masjid di depan Alun2 Pacitan untuk sekedar beristirahat, dan yang mau sholat monggo. Waktu si robek dan monyong memilih tidur di masjid, kami bertiga (aku, melin dan melita) memilih berjalan beberapa puluhan langkah ke alun2.. demi mendapatkan secangkir jahe panas, sego kucing, gorengan dan sate bakso pastinya. Eh tak berapa lama kemudian, mereka berdua nyusul juga. Lengkap sudah. Setelah kita kehabisan topik, read : ngantuk. Kami memilih kembali ke Masjid. Tadinya kami mau tidur di Masjid, tapi dirasa nyamuk terlalu banyak, akhirnya kami para wanita memilih untuk tidur di dalam mobil saja hihihi.

Sedang asyik2nya tidur, kedua teman kami membangunkan kami.. dengan cara mendodok mengetuk jendela mobil. Ternyata sudah jam 3 pagi! Gak kerasa, waktunya kami bergegas, yang mau pipis, pipis dulu... 

Oke akhirnya kita melanjutkan perjalanan, dengan berbekal GPS dan PLANG di pinggir jalan, kami memulai perjalanan kami menuju destinasi pertama yaitu Pantai Srau .
Sungguh ajaib, tiba2 pas kita buka mata ternyata kita sudah ada di pantai ini. Dua teman kami udah ilang aja, rupanya dan sedang berburu sunrise melalui kamera tuyul (gopro) mereka masing2. Tau sudah sampai, saya langsung membuka mata dan turun bersama melitha. Si melin sebenarnya sudah melek, tapi memilih tidur lagi mungkin saking capek hatinya hahaha. 

Turun dari mobil, rasanya damai sekali.. Disambut dengan jajaran pohon kelapa di sebelah mobil plus  mendengar suara ombak, kicauan burung, dan tiupan angin pantai yang semerbit.. sembari menunggu sang surya menampakkan dirinya. Rasanya benar2 istimewa !seperti pantai milik pribadi, hanya ada kita berlima dipantai ini. so exited banget!

Karena saya sadar, saya tidak punya kamera, saya langsung minta difotokan saja haha *MISUH*
Tadinya kami mau trekking, tapi tidak jadi. Jadi kami memilih menikmati sang surya keluar atau bahasa kerennya sunrise.
Akhirnya kami memilih mengabadikan moment dengan lari2 kecil atau sekedar berselfie sendiri maupun bersama yang penting happy hehehe





un-ready pose 



Puas menikmati sunrise, kami langsung bergegas menuju destinasi berikutnya yaitu Pantai Buyutan
Seperti biasa kami hanya menggunakan GPS, Plang, tanya orang dan feeling .. 
Perjalanan dari Srau ke Buyutan tergolong lumayan lama, tapi kami sangat menikmati nya. Bagaimana tidak jika sejalan2 menuju pantai kami disuguhi pemandangan yang begitu indah. Hamparan sawah yang luas ditambah gubuk2 petani di kanan kiri jalan yang menurut saya eksotis banget!! Jadinya perjalanan ini bener2 gak kerasa lur hehehe. Pokok nya ini pantai unik banget dari jalan berangkat sampai pantainya. Dan oh ya.. jalanan ini tergolong sempit yaa kalo buat papasan mobil hehehe





un-control face!

Hiyeay.. gak kerasa jam 11an kita sudah sampai Pantai Buyutan! Pantai yang tersembunyi di areal  persawahan. Kala itu Pantai Buyutan sedang ada pembangunan gitu lur.. macam  pembuatan jalan/ tangga menuju pantai ini. Meskipun begitu, perjalanan kami tetap mengasyikkan. Tidak terganggu sama sekali karena sesampainya di bawah, kami di suguhi pemandangan pantai yang luar biasa indah, cantik, sepi dan bersih !! Langsung dah kami main2 air di pantai ini. Private beach again ! Lagi2 hanya ada kami berlima di pantai ini, entah karena instagram belum sehits sekarang ini atau bagaimana.. tapi bener2 sepi banget lur!! Fiks aku jatuh cinta sama pantai ini. Pasir nya yang lembut, membuatku tak ingin mengenakan alas kaki.. Bermain2 kesana kemari.. tiduran di pantai, main air, main pasir, rasanya seolah kembali lagi ke masa kecil. Hanya ada bahagia disana. Kami menghabiskan waktu cukup lama di pantai ini, karena memang asik banget!!. Oh iya.. meskipun pantai ini tergolong sepi, namun disini ada penjual kelapa muda juga loh lur.. ada juga kamar mandinya.. Dengan biaya 2000 per person (buang air kecil), mungkin kalo buang air besar lebih mahal lagi hehehe. 
Puas main air kami leyeh2 dan berlindung dari teriknya matahari dibawah dedaunan, sambil minum kelapa muda buat rame2 alias ngirit hihihi. Berikut keseruan kami di Pantai Buyutan lur dengan bahagia yang benar2 bahagia, bukan pura2 bahagia :p : 








asikin aja lagi! anggap saja rumah sendiri hihi



Berikut foto kami berlima, biarpun yang satunya nyusul hahaha


memang paling asyik yah kalo ke pantai yang sepi begini. 







Nah mimin kasi tips, nih buat yang liburan rame2 tapi bingung gak ada yg fotoin, caranya mudah saja, tinggal tanamkan tongsis kalian di pasir gaes hehehe. 

Taken by semut merah di gorong2

Puas tanning, berlarian kesana kemari, main air, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami ke destinasi selanjutnya yaitu Pantai Banyu Tibo. 
Baru 30 menit perjalanan, eh teman kami si monyong baru ingat, kalo celana nya ketinggalan di Pantai Buyutan ..lagi dijemur . Katanya itu celana peninggalan ayahnya, melihat situasi, kondisi dan waktu, kmai tidak mungkin kembali lagi, akhirnya si monyong pun merelakan celanya itu buat jadi penunggu di Pantai Buyutan. Cem kolor ijo hahaha. Bagaimana kami semua tidak tertawa terbahak-bahak coba!

Akhirnya kita melanjutkan ke Pantai Buyutan eh Pantai Banyu Tibo (maaf gigi mulai cenat cenut karna dingin, jd kurang fokus). Nah disini lah pertama kali mendengar lagu Banda Neira yang di populerkan oleh elfarobi sepanjang perjalanan berangkat dan jalan pulang. 
"He kui ki lagu uopo e, ono jendela, kursi, sok perkakas dapur sisan hahaha" sahutku.
Kami yang sempat mengguyoni lagu tersebut, eh jadi kemakan omongan sendiri. Hahaha. Jadi naksir . Karena memang lagu2 Banda Neira mempunyai makna tersendiri yang tersirat di dalam setiap lirik lagunya yang unik dan dikemas dalam syair yang syahdu. Semenjak itu, tiap ke pantai, naik gunung, atau travelling kemanapun, pasti sangu lagunya Banda Neira hahaha. Jangan kaget gaes kalo dijalan menuju pantai banyu tibo, kamu bakal menjumpai jalanan  batu kapur yang tidak rata hehehe. 

Next, kita kehilangan arah bruh ! Akhirnya kita tanya orang di warung, kata orang nya  nanti belok kanan, ada perempatan belok kiri, nanti nemu lapangan, nah nanti lurus saja sampai ada plang Banyu Tibo. Oke baeklah. Kita melanjutkan perjalanan berbekal info yang kami dapat di warung tadi.

Sesampainya di perempatan kami bingung banget, nyari lapangan gak nemu2. Terus tanya orang2 ..eh jebul lapangan itu ada di depan mata kami. Damn! Kami kira lapangan yang di maksud itu luas ..nyatanya cuma sak uprit (read : kecil). Siapa yang gak kezel coba!. Jadi lapangan itu letaknya disamping SD persis.. akhirnnya kita puter balek disitu dan melanjutkan perjalanan kami menuju Pantai Banyu Tibo. 

Akhirnya plang yang sedari tadi kami cari ketemu juga, terpampang nyata meskipun kecil "Banyu Tibo belok kiri" . Tiba2 kami di cegat , ternyata kalo mau masuk ke pantai ini harus satu2.. karena jalannya yang sempit hanya muat 1 mobil saja. Sehingga kalo mau kemari harus antre hehehe. 
Finally, saat nya kita memasuki jalan sempit ini... Kanan kiri masih alami... macem perkebunan dan sawah lur hehe. 

Dan sampailah kita ke pantai yang eksotis ini,Pantai Banyu Tibo. Sampai sana ternyata sudah lumayan banyak pengunjung. Namun  tak apa, tetap indah ! Jadi yang belum tau, Pantai Banyu Tibo itu unik banget, jangan harap kita bisa leyeh2 di bibir pantai .. Pantai ini menyuguhkan keindahannya dari atas bukit lur. Jadi kita bisa menikmati keindahannya dari atas sini . Pantai ini terdiri dari air terjun (air tawar) yang langsung mengalir ke bibir pantai . Sebenarnya kita bisa sih kalo mau turun, asal kamu berani aja berhadapan langsung sama ombaknya hehe. Jadi semisal kita mau turun, sudah disediakan tangga ke bawah dan guide di bawah sana, dan ada talinya juga,, jadi aman tak mungkin terbawa ombak hehe.  Namun kami (aku, melin dan melita) memilih menikmati keindahan panorama dari atas saja.. sedangkan dua teman kami monyong dan robek mandi dibawah. 
Berikut dokumentasinya lur,, dilihat dari sudut manapun Pantai Banyu Tibo tetap menawan. 




Air Terjun tawar, berpadu dengan bibir pantai



Disaat dua teman kami memilih bermain air dibawah situ, saya memilih disini ajah hhe. FYI aja, buat berdiri diatas sini harus hati2 dan lebih baik lepas sendal, karena licin hehehe.
Taken dari bawah

Puas main air dan foto2.. akhirnya kami mandi secara bergantian dengan biaya 3000 rupiah per person. Disini ada warung dan kamar mandi. Namun kita tetap harus jaga kebersihan yah guys! Sayang banget kan, alam seindah ini kalo masi ada yang buang sampah sembarangan. Akhirnya kita pulang dari sini jam 2 siang dengan membawa banyak cerita dan pengalaman seru yang tidak akan terlupa sampai tua nanti hehe. 

Sekian perjalanan kami 24 jam Menyusuri Pacitan yang selalu kurindukan

See ya guys! Jangan lupa Bahagia ! ;)

Wednesday, November 1, 2017

PANTAI WATU LUMBUNG, BANYAK RASA !

Petang lur !

Seperti janji saya kemarin, petang ini saya akan mengajak kamu ke sebuah pantai di Jogja. Buat kamu yang aselik Jogja, pasti sudah tidak asing lagi dengan pantai ini. Kalo masih asing, sini aku kenalin ! 
Oiya pertama2 post-an kali ini, saya bakal share kurang lebih TIGAPULUHDELAPAN foto, buseeeet! kok banyak amat!

" Iya.. biar kalian gak ragu lagi buat kemari" hehe

Jadi Pantai yang aku kunjungi pada tanggal 14 Maret 2015 pukul 12 siang, namanya Pantai Watu Lumbung. Pantai eksotis ini terletak di dusun Ngelo, desa Balong, kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Kalo dari Yogyakarta kota, bisa ditempuh kurang lebih 2 jam lur naik motor, tak tau kalo jalan kaki. Buat kalian yang ingin kesini dan bingung sama arahnya bisa klik Disini ! Saya kemari dadakan lur, bersama 3 kawan saya antara lain si monyong, litha dan mas priya (teman yg nemu di gunung lawu). Seperti kata pepatah, banyak teman = banyak sodara. Next..

Pantai Watu Lumbung ini unique banget lur, beda sama pantai2 pada umumnya. Kalo biasanya pantai itu terdiri dari hamparan pasir putih / hitam dan berpadu dengan laut, pantai ini bisa dibilang tak memiliki pasir sama sekali! Hanya bebatuan saja. Seperti judul saya tulis kalo PANTAI WATU LUMBUNG, BANYAK RASA! Yap! Pantai ini bener2 punya banyak spot. Jadi semisal kamu bawa  baju buanyak dan foto2 disini, percayalah, tak ada yang tau kalo foto2 mu hanya di satu tempat saja hahaha. Sayangnya saya kemari cuma bawa diri doang hihihi. Dari awal menuju pantai ini, kita bakal  disuguhi sebuah bukit dengan jalanan setapak kecil yang sekilas mirip Ubud Bali! (read : perjalanan awal kamu harus menuruni bukit dan perjalanan pulang kamu harus sedikit trekking bruh!). Nikmatin aja setiap perjalanan nya.. 


Spot jalanan setapak ala ubud :p


Spot ala savana, gak deng, ala kebun  

Kelihatannya dekat, padahal jauh

Nah kalo sudah sampai sini, mendingan kamu berhenti buat mengabadikan momen . Ini spot ANTI-Mainstream
dengan view terbaeq. View terbaeq menurutku adalah saat dimana nitizen bertanya2 : ini dimana sih? Hahahaha . Yang padahal "cuma disini"  #opotohh


Yuhuu habis foto2, kita lanjut berjalan lagi lur, tujuan kita masih jauh dibawah sana. Jangan terlena! hahaha. Finally setelah ribuan mill berjalan..sampailah kita di Pantai ini, enaknya leyeh2 dulu lur.. biarpun tak ada pasir, kamu masih bisa leyeh2 disini seperti yang saya lakukan ;)


sekedar duduk diatas rumput

atau bahkan duduk diatas pohon,, pokokknya duduklah dimana2 sesukamu. Asal jangan dicorat coret yah ini pohon! Sebenernya bakal lebih syahdu lagi kalo ditambah baca bukucamping atau pasang hammock.. tapi apa daya.. dulu hammock belum se-booming sekarang ini hihihi.  Lucu ya.. jadi berasa ada di hutan pinus..yang dilengkapi dengan rerumputan hijau macem digunung2 hehehe.

Coba tebak.. tadi kita berangkat lewat mana?

Nah.. ini adalah pemandangan yang bisa kita lihat di bawah pohon lur... Tetep teduh meskipun tanpa payung teduh.. Ashooooy!!!!

Ini dia spot utama pantai ini, gundukan WATU LUMBUNG. bentuknya bener2 mirip lumbung padi.
Apakah kita bisa kesana? BISA BANGET!


Puas leha2 dispot pinus, mari kita lanjutkan perjalanan menuju spot utama.. yaitu gundukan Watu Lumbung


Jadi menuju gundukan Watu Lumbung itu butuh kerja keras bruh , kita harus menyebrangi lautan. Tak ada tangga penyeberangan disini, karena masih alami hehe. Tidak tahu juga tahun 2017 ini hehe. Jadi saran saya kalo mau kesini, harus sangu celana pendek kalo tidak ingin basah semua. Stay Focus! kekurangan aqua bisa bikin kalian bisa salah pijak...memijak lubang air misalnya, kemudian be careful!  batu-batu disini itu licin, jadi kalian harus jeli dalam memilah pijakan, caranya ? Lihatlah batu yang akan kalian pijak, hindari jika warnanya kuning,  kenapa? karena sudah PASTI LICIN lur.
Lepas sendal, karena bakal terasa berat banget kakinya kalo kita berjalan melawan ombak..  Dan yang terpenting dari semuanya itu adalah feeling. Cielahh.. hahaha. Karena ombak bisa datang kapan saja dan menerpa kita sewaktu2 pada saat menyebrang lur.. jadi ikuti feeling yah! Kalau dirasa ombak besar akan datang, lebih baik berhenti ditempat, daripada nantinya diterjang ombak dan terhempas..lalu terjatuh, kan sakit.





Finally, sampailah kita di spot utama ! yaitu gundukan Watu Lumbung beserta isinya! Terlihat hamparan luas dan bebatuan yang menawan. Selain itu disini kamu bakal menemukan banyak spot kece dengan tema bebatuan yang artsy abis. Boleh dibilang Batu Payung Lombok ala2. hehe. Banyak spot instagram-able disini. Tinggal pilih saja mau yang mana hehehe. Kalo saya sih semuanya hihihi.







spot ootd





Tiba2 nemu spot foto yang unik lur.. macem batu pemecah ombak gitu.. Berikut adalah sebuah foto yang memakan proses, yaitu menunggu datangnya ombak (read : ombak besar) :









Yang jelas bukan cari jodoh, karena tidak mungkin jodoh saya berada dibawah situ (yakali jodoh gue kepiting :( )

Foto bahagia beneran bukan pura2 bahagia

Jadi bebatuan disini warnanya ada yang lucu lur.. kemerah2an gitu hehehe

Maafkan, kawan kami yang satu ini. Emang sudah sering malu2in











Nahh sekian perjalanan kali ini lur...Beneran BANYAK RASA kan Pantai Watu Lumbung ini! Jadi jangan ragu lagi untuk sesekali TA (Titip Absen) dan main kemari hhehe. Oiya, waktu pulang jangan lupa abadikan spot dibawah ini lur. Ini adalah spot pinus waktu kita leyeh2 tadi kalo dilihat dari seberang. hehehe . Gemash sekali yah ! Seperti bukit diseberang sungai gitu



Thx for reading! Semoga harimu menyenangkan :)