Sunday, May 22, 2016

MENGEJAR SUNRISE DI GILI LAWA


"Lari lari kecil di Gili Lawa"

Gili Lawa adalah salah satu my bucket list di Tahun 2015 lalu, dan menjadi kenyataan. Tsaaaahhh mimpi indah yang menjadi kenyataan. Kalo kata Yura Yunita "Berawal dari nekat" ..yaps! nekat solo travel, selama seminggu. Jadi saya memang men-challange diri saya untuk keluar dari zona nyaman dan memberanikan diri untuk melakukan apa yang benar2 belum pernah saya lakukan sebelumnya hehehe. Salah satunya ya solo travel ini. Sebelum dijalani pikiran memang kemana-mana, rasa khawatir dan takut masi ada. Terutama takut ilang! hehe namun pas uda jalan ternyata menyenangkan!hahaha. Gak kaya yang ditakutin kok. Semua rasa takut akan "Hilang" TER-PATAH-KEUN . Dari sini saya belajar, tidak ada yang namanya "orang hilang" yang ada hanyalah "kesasar", dan kuncinya adalah jangan malu bertanya hahaha

Semenjak solo travel, saya merasa menemukan jati diri saya *cielah. Sejak itu saya lebih berani mengeksplor diri sendiri, lebih mensyukuri hidup, berani berbaur dengan sesuatu yang baru, dan gak ketinggalan berpikir positif sama apa yang saya jumpai. Ibarat pepatah don't judge book from the cover. Travelling rame2 ataupun solo travel punya kelebihan dan kekurangan masing2, tergantung sudut pandang kita..karena teman bisa datang dari mana aja hihihi. Jangan takut mencoba, asalkan bisa berbaur dan being humble sama siapa saja dua-dua nya pasti seru kok!

" uda ber-jam-jam saya ngobrol panjang lebar, masi dilaut aje huft"



Perjalanan dari Pulau Satonda menuju Gili Lawa memakan waktu yang cukup panjang, semalaman kami mengarungi lautan. Pada malam hari, Pulau Sumbawa terlihat begitu indah dari tengah lautan.. kemerlap lampu, suara ombak, dan hembusan angin malam membuat saya relax se-relax-relax-nya. Rasanya tak ada beban, begitu damai, andaikan suasana seperti ini saya jumpai setiap hari. Malam itu saya menghabiskan waktu diatas kapal, duduk2 santai di bibir kapal ditemani bapak awal kapal dan Pak Yoyo (Guide paling baik hati), kami saling bercerita tentang kehidupan satu sama lain. Sungguh sangat bersyukur. Setiap hari..mereka selalu berlayar..mereka semua asli sumbawa..walaupun begitu, mereka hanya pulang kerumah setiap dua bulan sekali, kadang sebulan sekali,gak tentu tapi saya salut.. mereka tidak pernah mengeluh. Selain menjadi nahkoda, mereka juga merangkap jadi koki andalan kami, yang selalu menyiapkan menu dikapal 3 kali sehari. Kadang saya berpikir, pernahkah mereka bosan melihat pemandangan yg sebegini indah setiap hari?

Puas ngobrol ngalor ngidul, kami semua terdiam, hening menikmati angin malam sembari menatap bintang - bintang. Dirasa ada yang kurang, sayapun masuk kekapal menyeduh secangkir kopi dan keluar lagi, kapan lagi? yekan hehe. Karena saat itu cuaca sangat cerah, para wisatawan pun memilih untuk tidur diluar..sembari memandang kilauan bintang - bintang, merasakan semerbit angin malam sembari mendengar deburan ombak.

Waktu menunjukkan pukul 10.00 malam, ombak terasa makin kencang ,Pak Yoyo pun meminta kami semua untuk turun dan tidur didalam, karena sebentar lagi kami akan melewati selat. Karena saya penasaran saya tetap diluar bersama Pak Yoyo dan awak kapal lainnya yang sedang menarik tali untuk menjaga keseimbangan. Guncangan makin terasa, dan sayapun mulai pusing, akhirnya saya memilih untuk masuk kekabin dan tidur. Goncangan didalam kabin sangat terasa, membuat tidur menjadi tidak nyeyak, pokoknya jadi berasa ada di film2 gitu hahaha. 2 jam kami terombang ambing ditengah lautan, dan akhirnya reda juga.

Ditemani tidur yang tidak lelap semalam, tidak terasa sudah jam setengah 6 pagi !Kicauan burung membangunkan saya pagi ini, dan menggugah saya untuk membuka gorden.
Kemudian saya langsung berdoa, bersyukur banget uda diberi keselamatan sama Tuhan..setelah  semalaman terombang ambing di tengah lautan. Gak sabar, saya langsung keluar kabin. 

How Great Thou Art! Saya benar2 kehabisan kata2 untuk mendeskripsikan bagaimana indahnya karya tangan Sang Pencipta. Pokoknya lebih indah daripada foto-foto di instagram yang selama ini bersliweran di timeline saya hehehe. Damai sekali.. bangun2 langsung disapa pemandangan sebegini indah.  Sembari makan roti bakar, minum teh anget sambil mandangin bukit2 gersang yang eksotis, ditambah jejeran kapal yang mulai menepi..... tsahhh sarapan terlezat yang pernah ada ! Kala itu, saya berasa sedang ada di film2 fantasy saking indahnya hahaha.

Selesai nyarap jam 6an, kita langsung bergegas trekking di Gili Lawa...saya trekking ditemani teman saya Si Ganteng asal Netherland, kami termasuk orang terakhir yang trekking. sampai pertengahan  saya bertemu dengan teman saya Gaby dan awak kapal, kemudian saya memilih berjalan pelan tapi pasti bersama mereka, sementara teman saya asal Netherland melanjutkan perjalanannya seperti angin (tau2 uda diatas).

Waktu trekking pada umumnya bermacam2 ada yang 1 jam ada juga yang 2 jam. tergantung stamina, kondisi masing2 dan berapa banyak kamu berhenti untuk mengabadikan momen hehe. Setelah  memakan waktu kurang lebih 45 menit ,Sampailah kami diatas.

Sejenak saya terdiam mengagumi ciptaan-Nya.

Keindahannya gak bisa diungkapkan dengan kata2... dari atas kita bisa melihat Gili Lawa laut , maupun Gili Padar 360 derajat. Dari sinipun kita bisa melihat jejeran kapal yang merapat  dari kejauhan, termasuk kapal kami. Pancaran sinar matahari di ufuk timur makin memantulkan keindahan di laut flores,,,,tsahhh.... damai sekali.. indah sekali.. makin gak mau pulang dan pengen bangun rumah disini. Buat saya yang fobia tinggi rasanya puas banget! #achievementunlocked hihihi. Sampai sini, kami semua sibuk mengabadikan moment dan terdiam merenung mengagumi karya Tangan-Nya hehe

Waktu menunjukkan pukul 09.00 WITA, sudah saat nya kami turun..jalan turun ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ternyata bukit yang tadi kami daki itu tinggi dan curam..berhubung tinggal saya dan Gabby, kami berusaha mencari jalan turun berdua. Saking banyaknya jalan, kami ikuti feeling aja, oh yaa hati2 juga yaa kalo mau turun, turunan disini cukup tajam , karena musim panas, tanah menjadi kering seperti debu (amat licin) dan kerikil yang diinjak sangat rapuh. saya pun nyaris terpeleset apalagi saya hanya berbekal running shoes bukan sendal gunung :(, akhirnya saya menemukan trik yang tepat agar tidak tergelincir yaitu berjalan miring dan memusatkan tumpuan diujung jari, dan akhirnyaa sampailah kami dibawah. sampai bawah ternyata kapal kami sudah ditengah.
Baeklah kita ditinggal kapal, gapapa deh asal jangan ditinggal jodoh   .  Beruntung bapak awak kapal masih setia nunggu kami dibawah.. jadi kita ke tengah naik sampan ditemani bapaknya yihaaaa


DOKUMENTASI - NYA 
(NO FILTER NEEDED, SOALNYA UDA INDAH)



MOURNING :)
Dibangunin lautan yang syahdu



warga lokal




Turquoise


Perjalanan masi panjang

Jangan lupa bawa aer minum "Ruteng" biar adem


Giliran difotoin blur semua :(,


Temen seperjalanan Gabrriella aka Gabby asal madrid


Blur lagi :(


Gili Padar dilihat dari Gili Lawa


Di puncak kalo kamu cermat, kamu bakal menjumpai 
banyak tumpukan kerikil seperti ini, 
sebut saja ini menyusun batu kehidupan
, jadi jangan heran hehe

Ma paradise !



Biasanya paling gak suka foto tangan, tp ini bedaa... langitnya lagi bersih banget pengen pegang!!
maklum hanaaTW beratnya di jari, nek jarene estu karo dinda krecek pelengkap gudeg. 
Oke baeklah~

Feel free

Jalanan Pulang, masi panjang



KETINGGALAN KAPAL? Asikin aja !



(nyampan dulu w/ gabby dan bapak awak kapal yg super lucuk)



Bye Gili Lawa !! Nice to know you...
semoga bisa kembali lagi saat kamu menghijau :)

Sekian perjalan saya dari Gili Lawa guys! sampai jumpa di sumba atau raja ampat juga boleh, ((((suatu hari nanti)))) he he he
Berikut link perjalanan 30 detik di gili lawa ya.. 
bisa klik disini


No comments :

Post a Comment