Friday, April 3, 2015

LAWU EXPEDITION

Selamat Jumat Agung ya bagi yg merayakan ! Apa sih Jumat Agung ? Jumat Agung bagi kami umat nasrani adalah Hari peringatan di mana Tuhan Yesus mati dan disalibkan di bukit Golgota :)). Terus Paskah ?  Paskah nya hari Minggu. Jadi pada hari yang ke 3 Tuhan Yesus bangkit. Paskah adalah Hari Kemenangan bagi kami. Jadi setelah kematian Tuhan Tuhan Yesus di kayu salib (demi menebus dosa umat manusia), dia bangkit ! Nah kebangkitan itulah yang membuat kami terselamatkan dan beroleh hidup baru yang kekal yihaa.. Thankyou Lord !

Okee yuk mari ke lawu


Lama gak ngeblog maklum, lagi gak sinkron antara hati dan pikiran hehe. Pendaki amatir seperti saya naik gunung diatas 3000mpdl  ? saya pun masi gak percaya. Pertamanya saya diajak temen saya naik Lawu , bareng temen2 dari ARGO EXPEDITION. Tadinya saya gak mau, tau sendiri saya orang nya gak suka jalan kaki berlama - lama, gampang capek, hobi mengguk, fobia tinggi, dan yang paling penting saya gak suka di tinggal !. Ya itu alasan saya gak suka naik gunung dan memilih ber leha - leha di pantai hehe. Ditambah saya pertama kali naik gunung, itupun gunung purba dengan ketinggian 700mdpl (itupun bagi saya susah sekali sampe kepuncak). Makanya dibilang anak2 saya pendaki didikan nglanggeran. Yang pada naik gunung ini sebagian besar, bahkan semuanya ding  adalah anak gunung, yang uda kemanamana dan naik gunung uda jadi passion mereka (daku mah apa atuh). Mereka terlahir dari berbagai macam didikan, antara lain didikan sumbing, merapi, merbabu, semeru, bahkan ada juga didikan argopuro (daku mah apa atuh (2) ). Jadi minder iya, jadi kepikiran juga iya. Kepikirannya kalo kalo nanti ditinggal gimana (tau sendiri anak gunung beneran, jalan bagaikan berlari diatas awan), kalo mau ngeluh sama siapa :( , kalo aku nyusahin mereka gimana ?, kalo aku jatuh kejurang gimana?

Okee, akhirnya setelah di rayu rayu sedemikian rupa sama temen saya (tadinya saya kekeuh gak mau), tapi apa daya kata temen saya 'LAWU ENAK KOK JALANNYA UDA JADI KAYA TANGGA, ADA WARUNGNYA JUGAK".
Siapa coba yang gak mau? pas lagi capek - capek nya ada indomaret di atas gunung, eh warung. Akhirnya bimbang beneran, yauda deh pake cara klasik main koin men hehe. Fiks koinnya keluar gambar garuda yang tandanya saya ikut. Setelah bernego dengan hati, antara iya dan tidak saya berdoa semoga beneran gak papa. Fiks saya meyakinkan hati dan pilihan saya "gak papa, coba dulu aja, sekali kali naik gunung beneran sebelum lulus"..

H-1 saya kabarin temen saya , Oke aku ikutan ! Malemnya saya ikutan rapat bareng anak-anak argo expedition. Maklum saya bukan anak gunung jadi gak tau apa apa aja yg harus dibawa. Mulai jaket, sepatu, pb saya pinjem tementemen hehe. Seteleh semuanya lengkap besoknya kita berangkat naik pramex (sejenis kereta api sini solo). Habis itu jalan kaki agak jauh, naik bis, naik L300, dan sampailah kita di kaki pendakian Lawu pukul 16.00 . Mendung. Dan benar dugaan saya hujan lebat. Tadinya rencana naik jam 4 sore, jadi mundur pukul 8 malam menunggu hujan reda. Okee kita naik sekarang, baru beberapa langkah mungkin 15 menit, nafas saya uda ngos-ngosan. Baru 15 menit saja saya sudah seperti ini, bagaimana 8 jam kemudian (oh God), itu saya katakan dalam hati. 
Oh ya review sedikit, jadi di lawu ini gak boleh ngeluh, kalo sakit, capek, bla bla bla mending dipendem aja. Selain itu gak boleh ngumpat, gak boleh pake baju kuning atau ijo atau kotakkotak, atau semut seribu, bahasa kerennya polkadot, dan terutama dan utama orang BLORA asli gak boleh naik gunung ini. Thats why ? Pamali, jadi ada sejarahnya sendiri. Kalo penasaran tanya mbah google aja deh, jangan tanya saya...
POS 1 - POS 2 merupakan POS dengan tracking terlama di LAWU . Gak ada bonus (istilah anak gunung gitu), saya pikir gak ada bonus itu artinya gak ada bonus pemandangan, ternyata bukaan haha. Jadi gak ada bonus tuh lebih ke gak ada jalanan landai / enak. Jadi dari POS 1 ke POS 2 kita naik terus.. Jadi ada 7 POS di LAWU (kalo gak salah ingat). POS 1 - POS 2 memang capek... tapi saya merasakan sensasi yang luar biasa . Sensasinya gini wkt sy bener-bener lelah kami break bersama-sama. Tidur terlentang di pinggiran jurang, memandangi  langit sambil makan coklat, menghirup udara segar sambil mengagumi ciptaan Nya. Tanah dan batu yang biasanya hanya diinjak menjadi tempat yang paling nyaman saat lelah tiba. Kalau naik gunung sudah gak mikirin penampilan, saya mungkin disana yang berpenampilan paling aneh..Tertutup rapat dari atas kebawah seperti ninja ..Karena memang awalnya dingin ngets gaes..hehe. Lama-lama panas juga, saya copot sarung tangan dan masker saya (kan gak lucu kalo saya copot semua hehe). Dari POS 1 - POS 2 saya lelah tapi oke oke aja.. Sampe POS 3 kita mampir di warung nya bapak2 ibuk2. Hanya satu warung disitu, Warung yang menjadi rumah sekaligus (hanya terbuat dari bambu, dan terpal, hanya ada 1 kamar itupun beralaskan plastik terpal, tanpa pintu), bisa gak sih kalian bayangin... tiap hari sepasang pasutri menjalani keseharian di warung itu... kalo dingin dinginnya menusuk tulang.. belum lagi kalau hujan, angin dan badai gunung.. Gorengan yang kami makan pun hanya seharga seribu rupiah per biji ! Gak sebanding sama perjuangan bapak ibuknya kepasar, naik turun gunung buat beli kopi, susu, tempe dan tahu. Almost be grateful :'). 

Kami berjalan dari POS 1 - POS 2 - POS 3 kirakira 5jam. Masi ada 4 POS lagi. Tidak jarang disela- sela perjalanan kami dapati badai gunung, sang pemandu (mas ajik) pun nyuruh kita berteduh didekat pohon (hindari tempat lapang) katanya sih gitu. Dalam perjalanan menuju POS 4 nafas saya benar - benar sudah tersenggak-senggak "bengek". Mungkin karena memang sudah terlalu kecapekkan dan dingin. Alhasil saya diberi oksigen, beristirahat sejenak dan berjalan lagi. Kaka pita dengan baik hati meminta saya untuk melepaskan tas saya dan membawanya sampai ke POS 5. Jadi memang sebagian besar di POS ini banyak dari kami yang nggak fit.. ada yang sepatunya enggak enak, jadi sakit di jempol. Puji Tuhan saya pinjam sepatu nya umi..sepatu gunung rocker abis jadi gak capek hehe.
Yuhuu sampailah kami di POS 5, disinilah kita mendirikan tenda... saya tidur tidak di dalam tenda,, hanya pakai matras dan SB. dinginnyaa kebangetan. Pukul 5 pagi kami bergegas bangun, beresberes dan melanjutkan perjalanan (mengejar sunrise),tapi karena posisinya mendung jadi kita jalanya santai ..karena udah gak mungkin dapet sunrise. Karena habis tidur, tubuh udah fit... saya pakai lagi tas saya hehe. Diperjalanan kami berpapasan dengan orang2, para pelari handal ! Gila saja mereka naik gunung hanya bawa diri loh, pake celana pendek samak kaos doang atau bahasa kerennya "trail running". Apa itu trail running? baca disini !!
Nah ini yang saya suka tradisi naik gunung, kenal gak kenal sapa aja, kita semua teman, saling bantu. "MONGGO MAS" "MARI MAS"... entah berapa kali saya mengucapkan kalimat itu sepanjang perjalanan berangkat hingga pulang. Saya sangat menikmati perjalanan menuju POS 6, setelah semalaman berjalan, gak liat apa-apa.. di POS 6 disuguhi pemandangan sendu yang luar biasa. Coba tidak mendung pasti akan lebih indah lagi. Saya seperti dibawa ke wonderland...dimana semua tanaman yang ada disini saya suka, mulai dari pohon nya yang aneh - aneh (yang kalau diperas bisa buat minum), tanaman gunung yang belum pernah saya lihat dan saya jamah selama ini. Pagi itu saya benar-benar merasa seperti di negeri dongengnya Nirmala dan Oki. Sepanjang perjalanan menuju POS 6 kami selalu melihat Burung Jalak Hitam . Katanya sih kalau lihat burung ini, bakal diberkahi dan gak bakal nyesat karena niatnya baik.

Sampai lah kita di POS 6. Disini terkenal dengan mata air nya, sama warung nya "MBOK YEM" hehe... Di mata air ini terdapat banyak koin, saya pun coba peruntungan dengan lempar koin, lalu make a wish. Habis itu ikutan orang-orang cuci muka,siapa tau awet muda tambah cantik dapet jodoh. Eh temen saya si monyong bukan hanya cuci muka, tapi sangu air juga buat dibawa pulang oleh-oleh buat emaknya katanya haha.

Puas leha-leha, ngopi-ngopi cantik, dan masak mie kami melanjutkan perjalanan menuju puncak gemilang cahaya (yakali AFI ). Sampe puncak , emang kepuasan tersendiri...  tapi saya agak kecewa karena emang gak dapet apa -apa kabut tok. Kami sampai puncak jam 7 pagi. Faktanya setiap kali saya naik gunung pasti hujan dan gak dapet apa-apa huft.

Okee turun. Nah pengalaman turun inilah yang bikin saya gak mau lagi naik gunung hehe. Nyesel sih enggak,,cuma ya gitu deh.
Kami naik lewat cemoro sewu, dan turun lewat cemoro kandang. Posisinya waktu kami turun hujan datang, badai dimanamana. Kami sudah terpencar-pencar. Berbeda saat berangkat yang bersama-sama. Kala itu kami berpencar. Tinggal aku, monyong dan fajri. Kita pulang lewat jalan-jalan pintas. Rasa takut gak bisa pulang mulai mencekam, ditambah saya pobia tinggi, pobia plesetan, memaksa saya untuk berani merosot (walaupun gak maksimal). Setelah itu kami bertemu lagi dengan 2 rombongan. Dan berpisah lagi karena mereka berjalan seperti berlari di atas air. Lalu kami bertemu mas priya dan mbak dita. Okee kita berempat jalan lagi bersama. Dikala itu ada sebuah jalan yang longsor, tapi itu jalan satu-satunya. Kita harus melewati jalan itu dengan bergantung pada rumput. Saya panik banget disitu, posisi hujan, bawah jurang, kita harus bergelantungan dengan rumput. Saya ragu, masak sih rumput ini mampu menopang tubuh saya ? Sambil mengambil rumput, dan ditolong mas priya saya menguatkan diri saya agar tidak melihat kebawah dan berdoa dalam hati (Tuhan besertaku). Kita semua memakai mantol, apalagi mantol saya mantol batman jadi ribet banget.Setelah kami berjalan, tau tau kami sudah terpisah lagi...tinggal saya dan fajri, Akhirnya saya berdua dengan fajri menuruni jalan pulang. Panik dan was was itu yang tergamabar di muka sendu saya, dimana saya dan fajri pertama kali mendaki aka perdana naik gunung !!! Dan kita hanya berdua gak tau apa apa.. hanya mengandalkan insting . Jri kanan kiri ? dia jawab kanan. Okee sepanjang perjalanan hanya diam merenungi jalan yang terjal yang agak ada habisnya, sempet saya meneteskan air mata karena saking lelahnya. " Ini jalannya bener enggak?"... sudah 5 jam kita berdua menyusuri jalan pulang dan gak sampai - sampai. Waktu bertemu dengan pendaki lain seneng war biasak, artinya jalannya emang bener. Jalannya benerbener laur biasa rusak, kalo kata temen saya kaya disumbing, masalahnya posisinya hujan, jadi jalannya licin banget. Hidup segan mati tak mau. Kalo kata saya waktu itu,.. Fajri dan orang-orang berjalan menghindari lubang, saya malah menginjak lubang, karena kalau saya menginjak pinggiran yang terjadi saya terpeleset dan terjatuh dilubang, makanya saya pilih untuk menjatuhkan diri dilubang.  
6 jam kami berjalan jalanan masih sama, 7 jam kami berjalan jalanan sudah mulai landai dan ada pendaki bilang "sudah hampir sampai mbak". Kata - kata sudah hampir sampai saya dengar entah berapa kali dari pendaki lain. Akhirnya kami menemukan zona pencerahan, sperti melihat keramaian jalan dan rumah... Ahhh benaarr kami hampir sampai.. Akhirnya kami sampai. Oh ya jadi kami turun gunung pukul 10 pagi, sampai bawah pukul 5 sore :)). Kita berangkat ber 18 orang :).

Pelajaran yang saya dapat waktu naik gunung, alam mengajarkan kita untuk menerima apa adanya yang gunung berikan kepada kita. Makanya kita gak boleh ngeluh hehe. 
Pokoknya pengalaman war biasa bagi saya.  Saya juga bersyukur banget Tuhan Yesus senantiasa menyertai kami, akhirnya bisa turun :').  Merasakan alam yang berbeda dari biasanya, dingin yang berbeda dari biasanya, tanaman yang berbeda dari baisanya,dan budaya yang berbeda dari biasaya membuat saya lebih bersyukur. Pokoknya ini benerbener pengalaman yang luar biasa bagi saya. Terimakasih semuanya :)))))

Documentasi nya ini yah bro sob men :)

Savanya lawu, tas nya buat eksistensi doang sih biar kaya anak gunung beneran hehe

Taken by monyong

Live fog



No comments :

Post a Comment