Sunday, December 23, 2018

Na 2019 BUCKET LIST

2019 hanya tinggal menghitung hari.Rasa-rasanya baru kemarin taun baru, eh sudah mau taun baru lagi hihi.

Semakin kesini, saya sadar, penting nya membuat suatu "bucket list"  yang positif dalam hidup, bukan sekedar memperoleh suatu  "barang" , seperti ganti hp / kamera contohnya. Taun ini saya ingin membuat bucket list yang bisa  mengubah "pribadi" saya menjadi lebih ber-"kualitas" *cielah hahaha

Jujur saja, tiap mendengar kata bucket list, bukan barang, melainkan  "travelling" alias mau "kemana" yang ada dipikiran saya . Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar menyingkirkan ego saya, apalagi sudah mulai memasuki "a quarter life crysis".

Saya suka sekali traveling, dan selalu merindukan traveling. Singkatnya begini : "Mengenal Indonesia dari sisi ke sisi, membuatku lupa sama yang namanya galau".

"Travelling" mengajarkan banyak hal, mulai dari berani menantang rasa takut dalam diri, mengeksplorasi diri, menjadi lebih "open minded", positif, peka & peduli terhadap sekitar,  berbaur, mandiri, bahagia, dan mensyukuri hidup pastinya. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan ketika travelling.

Seperti hal kecil ini, menemukan teman baru dikereta api.

Berikut my bucket list di Tahun 2019 :

1. Stop beri kompromi  terhadap "batasan" yg sudah dibuat diri sendiri.
Hal ini berlaku pada semuanya baik di bidang kehidupan, karir dan asmara *opotoh*

2.  Menjadi pribadi yg berkualitas (be the light)

3. Menjadi berkat (((dimanapun)))

4. Pangkas idealisme dalam diri.

5. Bisnis yang sedang  direncanakan dapat terwujud dan menjadi jalan "berkat" untuk diri sendiri / sesama.

Jatuh bangun dalam usaha sudah berkali-kali saya alami. Jangan tanyakan rasanya #NDAENAXOB.

Benar kata pepatah, kegagalan adalah pembelajaran /guru terbaik.
Tidak ada kata "terlambat" saat kita "mau" terus "belajar" dan "bangkit"!

Kegagalan sebenarnya ada pada diri saya sendiri yaitu tidak bisa menekan "ego" atau bahasa kerennya "idealis". Saya pribadi selalu bisnis berdasarkan passion, bukan "peluang". Biasanya saya menutup mata dan telinga "bodoamat" yang penting suka.  Tetapi saya lupa, bahwa sebenarnya kunci utama keberhasilan dalam dunia bisnis bukanlah "passion" namun "peluang" dan "kemauan".

Doakan saya manteman !! Agar usaha yang akan direncakan tahun 2019 nanti dapat terlaksana (entah di sini ataupun diluar kota, sedang di-godog). Intinya  saya siap berlari  dan memulai kembali.

****
Thx u for reading guys! semoga bucket list kalian dapat segera terwujud . God bless you ❤

Friday, December 14, 2018

MAKAN SIANG DI RM DEMANGAN


Setelah genap berusia 25 tahun tepat seminggu yang lalu, rasa-rasanya saya lebih "enjoy" menyimpan cerita saya di blog ketimbang di medsos. Bahkan saya sengaja mengkado diri sendiri dengan mengubah alamat blog saya yang tadinya .blogspot.com menjadi .com hehe. Percaya atau tidak saya berhasil mencoba off instagram selama 2,5 (((bulan))). Sebelum hari ke-21 memang rasanya berat banget, karena sudah menjadi kebiasaan atau rutinitas, mulai dari bangun pagi sampai mau tidur.
Namun setelah jalan 21 hari , rasanya jadi ketagihan! Bahkan waktu awal buka "ig" berasa aneh, sampai-sampai bikin caption ajah salah ngetik berkali-kali hehe. Namun manfaat yang saya dapat besar sekalii (berasa detox), selain hidup lebih tenang, saya merasa lebih normal, tidur lebih berkualitas, dan dapat menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekat tanpa terganggu smartphone hihi. Mungkin ke depanya bakal jarang main ig (bukan off lho ya) hehe. Dan malah kepikiran, post-an saya di IG mau saya pindahin ke blog :p. Biar bisa dibaca, bukan cuma dilihat hihihi. Sebenernya intinya lebih ke bagaimana "kita" bisa membagi "waktu" aja sih hihihi. Karena terkadang media sosial bisa "mendekatkan" yang jauh namun "menjauhkan" yang dekat, kalo mainnya tidak seimbang, kan sayang :(. Makadari itu, saya pribadi selalu berusaha tidak pegang hp kalo sedang ngumpul/main/curhat sama teman. Dan rasakan bedanya ! hihihi

oke mari kita lanjutkan perjalanan...


***
Sesampainya di Jogja, saya disambut hangat oleh @melitharahmania dan pacarnya @adi_wijayanto ,kemudian sembari melepas rindu ,datanglah @melindalestanti , dan putrinya Assyfa Ufaira ponakan kesayangan onty hanol via VC hahaha. Rasanya bahagia sekali,  mempunyai teman yang sudah seperti saudara sendiri seperti mereka hihi. Boleh dibilang "My Unbiological Sisters". 

Siangnya kami makan di @rmdemangan , rumah makan yang sudah saya incar sejak dulu, namun baru kesampaian hihihi. Sampai sini, saya langsung pesan lontong cap gomeh dan kedua teman saya memesan nasi kuning. Buat pecinta warna peach/coral seperti saya, masuk sini rasanya bahagia banget. Untuk interiror, tidak perlu diragukan lagi, instagramable banget hihi. Untuk harga sendiri masih terjangkau :). Berikut dokumentasi yang sempat saya abadikan





(my fav spot!!)






(lontong cap gomeh, ini enak! )






(yang ini no smooking room)



DOKUMENTASI SAYA & MELITHA HIHI :













(ootd)


"Jadilah terang, jadilah tangguh, dan jadilah pribadi membahagiakan" - @hanaatw

Sekian artikel kali ini, thankyou for reading guys! *cheers*











Monday, December 10, 2018

WABISABI HOUSE JOGJA - THE BEAUTY OF IMPERFECTION

"WABI-SABI" 
ADA CERITA DI SETIAP SUDUTNYA

Weekend kemarin rasanya menyenangkan sekali !
Kami (saya dan teman-teman) diberi kesempatan untuk berkunjung  ke WabiSabi, sebuah homestay baru di Jogja (berdiri sekitar th 2017 akhir kalau tidak salah), saya bahkan nyesel, kenapa baru tau sekarang, ada tempat se-cozy ini di Jogja! hihi. Buat pecinta summer beach, pernak-pernik etnic , handmade , unik dan segala sesuatu berbau bohemian, wajib banget mampir kesini. Atau buat family yang ingin berlibur tapi males keluar kota, WabiSabi bisa dicoba!

Selesai makan siang, saya dan teman-teman bergegas menuju WabiSabi, berbekal GPS. WabiSabi sendiri terletak di Gang Sugirwo no.1711,Taman Siswa, Mergangsan Yogyakarta. Letaknya yang berada ditengah pemukiman warga, membuat suasana homestay ini sangat nyaman, dan tenang untuk disinggahi. Hanya dalam waktu 25 menit dari Seturan, kita bisa merasakan atmosfer yang berbeda dari kota Yogyakarta. Tak ada kebisingan apalagi kemacetan.

 




(WabiSabi nampak depan)


Sesampainya di Wabisabi, kami disambut dengan ramah oleh pihak management & owner yaitu mbak Shinta dan mas Idam(?)*kalautaksalah*.

"Haloo, kamu ngerokok nggak"? pertanyaan itupun mengawali perbincangan kami kala itu hahaha. Yang intinya mereka kehabisan rokok, namun mager buat beli rokok hahaha. Senang sekali rasanya bertemu dengan pribadi yang extra ramah, humble, dan inspiratif seperti mereka berdua. 




Wabisabi sendiri diangkat dari bahasa Jepang yang maknanya "The Beauty Of Imperfection", yang artinya "keindahan dari ketidaksempurnaan" - ujar mas Idam . Beliau bercerita kalau WabiSabi sendiri bukan hanya sekedar homestay , namun memiliki makna yang lebih dalam, yaitu "rumah yang menyimpan cerita". Hampir setiap sudut dari homestay ini, dikerjakan oleh tangannya sendiri, mulai mengecat jendela, sampai penataan interior, semua dilakukan sendiri. Bahkan untuk segala pernak - pernik yang ada dirumah inipun, ada beberapa hasil kreativitasnya yang terpajang seperti Macrame. Sehingga suasana rumah ini benar-benar nyaman dan hidup.

Yang membuat saya kagum, semua pernak-pernik di WabiSabi mempunyai cerita tersendiri. Dibagian ruang tamu, ada sebuah sofa biru, jika kalian cermat, ada kain putih yang membalutnya, dan itu adalah kain ihram yang digunakan si pemilik pada waktu umroh hahaha. Lalu ada juga rak buku bacaan, koleksi mainan, kerang laut, sampai tempelan plat-plat indomie/coca-cola/sasa yang biasa kita jumpai di warung pun, terpampang disini, beliau mengatakan banyak barang-barang pribadi miliknya yang langsung dikirim dari Bali. 
(sofa kain ihram)


Selain itu, sang pemilik, melengkapi interior WabiSabi dengan mengusung konsep 5 kepercayaan sebagai suatu perpaduan seni yang apik ! Mulai dari patung Hindhu, Budha, kain ihram, sampai salib pun ada disini :). Four Thumbs buat WabiSabi!!!! Salah satu bentuk Bhineka Tunggal Ika, kalo menurut saya hehe. Karena keberagaman itu indah, jika kita bisa memaknainya :)).





Dihalaman depan, kita bisa menjumpai dua kuda, yang bernama Bumi dan Boma :). Waktu saya kemari, mereka sedang mandi, jadi saya intip-intip sedikit hehehe. 

(Bumi lagi mandi)

 
(Boma dkk)
(Bersama Bumi)

Puas ngobrol, saatnya kita explore ! Jadi Wabisabi sendiri mempunyai 4 kamar dan 2 kamar mandi. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda, dengan keindahan masing-masing. Untuk pricelist dan info nanti saya cantumkan dibawah ya.. (per 2018).


Pertama kali masuk ruangan, kita langsung disuguhkan ruang tamu, yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh, baca buku, nonton tv, baca buku, kemudian ada juga dua kamar di depan dan kamar mandi  disampingnya, lalu ada pula ruang makan


Ruang Tamu
(mohon maap kelupaan, tas masi didepan pintu :p)

(rak buku bacaan)



Dua kamar dan 1 kamar mandi luar

(Kamar Mandi)

(masuk kamar mandi aja nyenengin, back to nature, berpadu dengan bebatuan alam)


Ruang Makan


(nda usa tanya, ini cangkir xob) hehe

Setelah memasuki ruangan pertama, saatnya kita belok kanan, memasuki ruangan kedua. Disini kita disuguhkan pemandangan semi outdoor. Jadi kita bisa nge-chill, asooy rasa dipantai hihihi. Di spot kedua ini, kita akan lebih buanyak menjumpai pernak-pernik yang  tak kalah cantik, unik dan menarik, serta photogenic ! dan berbau bohemian pastinya. Terdapat 1 dapur, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, hammock, dan ayunan ! Jujur saja, masuk sini, mengingatkan saya pada toko langganan saya dulu waktu masih di Jogja, namanya Vintage Pearl, yang menjual segala outfit, mulai dari pakaian, aksesories  dan pernak pernik berbau bohemian / indian, sayang nya sudah gak ada sekarang huhu. 




Disini kita bisa menemukan banyak spot instagramable, sampe pusing, bagus semua :')



         (so cuttie)


   
         
(My Fav spot!! team indomie goreng tanpa telor)


           
           

(jangan lupa duduk di bean bag- nya,  biar nda capek hehe)


Beberapa kamar yang saya jumpai : 

               [ Kamar Pertama ]
           
           


               [ Kamar Kedua]

           
           

               [Kamar Ketiga]

           
           

              [Kamar Keempat]

   
     


[Kamar Mandi di spot 2 ]



 Gilaaak, cantiknya kebangetan :")



Oiya, hampir saja terlupa, beberapa pernak-pernik yang ada hang tag-nya juga dijual loh, lumayan kan bisa buat oleh-oleh hihi


Sekian review kali ini hehe, semoga membantu teman-teman agar tidak ragu untuk kesini. Jangan lupa sebelum pulang, isi kotak amal diatas ya,, buat nambahin jajan si boma dan bumi hihi 
Thx u for reading guys! *cheers*





***


PRICELIST WABISABI JOGJA PER 2018


Atau lebih lengkapnya bisa cek instagramnya disini @wabisabi.jogja